Keutamaan Puasa Muharam

Beberapa hari lagi kaum muslimin akan melaksanakan satu ibadah sunnah, yaitu puasa asyura.puasa asyura adalah puasa yang dilaksanakan di tanggal sepuluh muharam.

Keutamaan puasa asyura adalah menghapuskan dosa setahun.

Nabi kita pernah ditanya tentang puasa asyura’, maka beliau menjawab:

Aku berharap Allah menghapuskan dosa setahun sebelumnya.

Disunnahkan puasa tanggal sembilannya

Dan disunnahkan puasa dengan tanggal sembilannya, karena Rasulullah berkata:

“Jika aku masih hidup di tahun depan, aku akan puasa di tanggal sembilannya”

 

Hadits Jibril

HADITS KEDUA

 

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ، إِذَ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالََ: يَامُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الْإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهَ وَأَنَّّّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً” قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ فَعَجَبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ: فَأَخْبَِرْنِيْ عَنِ اْلإِيْمَانِ. قَالَ: “أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ” قَالَ: صَدَقْتَ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: “أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ”. قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: “مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ” قَالَ: فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَتِهَا، قَالَ: “أَنْ تَلِدَ اْلأََمَةُ رَبَّتَهَا. وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ، يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ”. ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِي: “يَا عُمَرُ! أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِلُ؟” قُلْتُ: الله وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: “فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ”. رواه ومسلم.

 

Dari Umar Radiyallahu’anhu juga: “Ketika kami duduk di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba muncullah seorang pria yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, tak terlihat padanya bekas safar, dan tidak ada seorangpun yang mengenalinya. Kemudian orang tersebut duduk di hadapan Rasulullah, menempelkan lututnya dengan lutut Rasulullah dan meletakkan dua tangannya di paha Rasulullah seraya berkata: “Ya Muhammad kabarkan kepadaku tentang Islam!,

Rasulullah bersabda: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusanNya, engkau dirikan shalat, keluarkan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah jika mampu.” Penanya tadi berkata: “Engkau telah benar,”kamipun heran dia yang bertanya dia pula yang membenarkan.

Kemudian berkata: “Kabarkan kepadaku tentang Iman!, Rasulullah menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan engkau beriman kepada hari akhir serta mengimani qadar yang baik dan jeleknya”. Orang tersebut berkata: “Engkau benar”, kemudian berkata: “Kabarkan kepadaku tentang Ihsan!, Rasulullah menjawab: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu”. Orang tersebut berkata lagi: “Kabarkan kepadaku kapan hari kiamat!, Rasulullah menjawab: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”, orang tersebut bertanya lagi: “kabarkan kepadaku tanda-tandanya! Rasulullah menjawab: “Seorang budak melahirkan tuannya, orang-orang yang telanjang kaki dan badan serta miskin berlomba-lomba untuk meninggikan bangunan”. Umar berkata: “Orang itu pun pergi, dan aku pun diam beberapa saat, kemudian Rasulullah berkata: “Wahai Umar tahukah engkau siapa orang yang bertanya tadi?, aku menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu”, Rasulullah bersabda: “Dia adalah Jibril datang untuk mengajari masalah agama kalian” (HR. Muslim)[1].

 

Syarah:

Ini adalah hadits yang agung, telah mencakup seluruh kewajiban amal yang dhahir maupun yang batin, ilmu-ilmu syar’i seluruhnya kembali kepada hadits ini dan tercabang darinya, karena hadits ini mengandung seluruh ilmu sunnah, sehingga seperti induknya sunnah, sebagaimana Al-Fatihah dinamakan Ummul Qur’an karena mengandung seluruh isi al-Qur’an.

Dalam hadits ini ada dalil disyariatkannya memperbagus pakaian dan penampilan serta berpakaian bersih ketika hendak menemui ulama, orang yang mempunyai kedudukan atau hendak menemui raja, karena kedatangan Jibril itu adalah untuk mengajari manusia dengan perkataan, sikap serta keadaannya.

Perkataan dalam hadits (  ( لايرى عليه أثر السفرyang masyhur dengan dhommah huruf ya’ pada kata يرى adalah mabni lima lam yusamma fa’iluhu, sebagian lagi meriwayatkan dengan fathah huruf nun, keduanya benar.

Perkataan dalam hadits “Meletakkan dua telapak tangannya di atas dua paha, dan berkata ya Muhammad” demikian riwayat yang masyhur dan shahih.

Imam Nasa’i meriwayatkan hadits yang semakna dengan itu yakni “Meletakkan dua tangannya di atas dua lutut Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam” dengan demikian hilanglah ihtimal (kemungkinan bermakna lain) dalam lafadz Muslim, karena dalam lafadz Muslim “meletakkan dua telapak tangannya di atas dua paha” lafadz yang muhtamal (lafadz yang kemungkinan bermakna ganda). Dari hadits ini diambil faedah: “Bahwa kata Iman dan Islam itu adalah dua hakikat yang berbeda menurut bahasa ataupun syariat. Inilah hukum asal nama yang berbeda tetapi syariat telah meluaskan pemakaiannya, sehingga salah satunya bisa dipakai untuk menamai yang lainnya.

Continue reading