Jangan Berwala’ kepada orang kafir

Telah dipaparkan dalam tulisan yang lalu, kewajiban bara’ kepada orang kafir.
bara’ kepada mereka yakni membenci dan memusuhi mereka dengan kalbu, bukan dahlim dan berbuat semena-mena kepada mereka.
Syaikh Abdul Aziz Bin Baz berkata:
Alwala wal bara’ maknanya cinta dan loyal kepada mukminin serta membenci dan memusuhi orang kafir, berlepas diri dari mereka dan dari agama mereka, inilah alwala walbara’ sebagaimana Allah sebutkan dalam surat almumtahanah:
دْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَه
“Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Kami berlepas diri dari kalian dan dari sesembahan kalian yang selain Allah, kami ingkar kepada kalian dan telah Nampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya, sampai kalian beriman kepada Allah saja” (QS Almumtahanah:4)
Bukanlah makna membenci dan memusuhi dengan cara mendhalimi dan berbuat semena-mena kepada mereka yang bukan kafir harbi, namun maknanya adalah membenci dan memusuhi mereka dengan kalbumu, tidak menjadikannya sebagai temanmu…
(Majmu fatawa bin Baz jilid 5)

Sebagaimana wajib bara’ kepada orang kafir, maka diharamkan berwala kepada mereka, karena berwala berarti cinta kepada mereka dan ridha dengan kekafiran mereka.
Dalam kesempatan ini kami sebutkan bentuk wala kepada orang kafir yang telah diharamkan dalam Islam
1. Tasyabbuh kepada mereka
Rasulullah bersabda:
Barang siapa yang meniru satu kaum maka termasuk golongan mereka
2. bepergian ke negeri kafir untuk tamasya dan refreshing
Para ulama menjelaskan bahwa haram hukumnya bepergian ke negeri kafir kecuali dalam keadaan darurat-seperti berobat misalnya-, dibolehkan sesuai kebutuhan dan harus segera kembali setelah kepentingannya selesai
3. menjadikan mereka sebagai teman dekat, teman bermusyawarah, dan menjadikannya sebagai pimpinan yang mengurusi rahasia kaum muslimin
Allah Berfirman:
Wahai orang-orang beriman janganlah kalian menjadikan orang kafir sebagai teman dekat kalian
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Wahai orang-orang beriman janganlah kalian menjadikan orang yahudi dan nashoro sebagai wali kalian
4. Turut serta dalam perayaan ied mereka, membantu mereka dalam merayakannya, memberikan ucapan selamat kepada mereka
5. Memintakan ampunan dan rahmat untuk mereka

Banggalah dengan Islam, tegakkan Alwala wal bara

Tegakkan Alwala wal Bara

Diantara prinsip yang agung dalam akidah Islam adalah alwala walbara’, alwala wal bara’ adalah prinsip yang terkandung dalam dua kalimat syahadat. Hingga prinsip ini sangat erat dengan masalah akidah.
Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab berkata ketika mendefinisikan Islam:
Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkannya, tunduk kepadaNya dengan mentaatiNya dan berbara’ah (berlepas) dari kesyirikan dan orang-orang berbuat kesyirikan

Syaikh Shalih AlFauzan berkata:
Diantara ushul aqidah islamiyah; wajib atas muslim yang berakidah Islam untuk berwala kepada kaum muslimin dan memusuhi musuh-musuh Islam, cinta dan berwala kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas, membenci dan membenci para pelaku kesyirikan.(Alwala walbara)

Apakah yang dimaksud dengan alwala wal bara’ karena Allah?
Syaikh Abdul Aziz Bin Baz berkata:
Alwala wal bara’ maknanya cinta dan loyal kepada mukminin serta membenci dan memusuhi orang kafir, berlepas diri dari mereka dan dari agama mereka, inilah alwala walbara’ sebagaimana Allah sebutkan dalam surat almumtahanah:
َدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَه
“Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Kami berlepas diri dari kalian dan dari sesembahan kalian yang selain Allah, kami ingkar kepada kalian dan telah Nampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya, sampai kalian beriman kepada Allah saja” (QS Almumtahanah:4)
Bukanlah makna membenci dan memusuhi dengan cara mendhalimi dan berbuat semena-mena kepada mereka yang bukan kafir harbi, namun maknanya adalah membenci dan memusuhi mereka dengan kalbumu, tidak menjadikannya sebagai temanmu…
(Majmu fatawa bin Baz jilid 5)
Continue reading