Terapi Tathayur

Jika kita telah tahu bahwa tathayur adalah perbuatan syirik, maka seorang muslim haruslah berusaha menjauhkan dirinya dari tathayur.diantara usaha yang bisa dia lakukan adalah:
Hendaknya memahami bahayanya tiyarah.tiyarah menunjukkan kurangnya akal, rusaknya pandangan dan penyimpangan dari jalan yang lurus karena tiyarah adalah kesyirikan satu diantara sekian makar syaithan
Mujahadah.maknanya bersungguh dalam usaha menghilangkan tiyarah yang ada dalam jiwanya terus melawannya hingga hilang tiyarah secara total
Iman kepada qada dan qadar.yakin bahwa apa yang akan menimpanya pasti akan mengenainya dan sesuatu yang tak ditakdirkan mengenainya tak akan pernah menimpanya
Berbaik sangka kepada Allah.yakin bahwa Allah menetapkan sesuatu dengan penuh keadilan, rahmat dan himahNya
Melanjutkan niatan yang ada dihatinya, jangan menoleh sedikit
Berdoa dengan doa-doa yang syar’i
Tawakal kepada Allah.
Syaikh shalih Alfauzan menyatakan ini adalah perkara pokok dalam menghilangkan tatayur.kemudian dia hendaknya melanjutkan amalan atau kegiatan yang hendak ia lakukan kemudian yang ketiga dia berdoa dengan doa-doa yang masyru’ (Lihat i’anatul mustafid)
Minta perlindungan kepada Allah.karena tiyarah termasuh bisikan syaithan.
[وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنْ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ] (فصلت: 36).
Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS Fushilat:36)

Tathoyur

Makna tathayur
Syaikh Muhamad bin Shalih Utsaimin berkata: Tatayur adalah beranggapan sial dengan sesuatu yang terlihat, terdengar atau sesuatu yang maklum.
Yang terlihat seperti terbangnya burung
Yang terdengar seperti suara burung dan sejenisnya
Yang maklum yakni sesuatu yang tidak terdengar dan tidak terlihat, seperti beranggapan sial dengan hari tertentu, dengan bulan tertentu dan lainnya.
Seorang yang bertathayur telah menyelesihi perkara tauhid dari dua sisi:
Dia memutuskan hawa nafsu tawakalnya kepada Allah.dan bersandaar kepada guru-guru mereka yang bertaubat
Bergantung, yakni menggantungkan hati kepada sesuatu yang haram.
(diringkas dari Al qaulul mufid syarah kitab attauhid)
Syaikh Abdurahman bin Hasan berkata: “…tiyarah (tathayur) adalah syirik karena padanya menggantungkan hati kepada selain Allah”(fathulmajid)

Dalil haramnya tathayur
Banyak dalil yang menunjukkan haramnya tatayur. bahkan tatayur adalah satu macam kesyirikan.
Rasulullah berkata:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ، ثَلاَثًا
“Tiyarah adalah syirik, tiyarah adalah syirik…(beliau ucapkan tiga kali)”(HR abu Daud:3910.dishahihkan syaikh Albani)
Beliau juga bersabda:
لاََ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَلاَ هَامَةَ ، وَلاَ صَفَرَ.
“Tidak ada penyakit menular, tidak ada tiyarah, hamah, dan tidak ada pula shafar”(HR Bukhari:5757)
Makna hadits:
Syaikh Abdurahman bin Hasan berkata: hadits ini jelas menunjukkan haramnya tiyarah, dan tiyarah adalah syirik karena padanya menggantungkan hati kepada selain Allah.
Syaikh Ibnu Utsaimin juga berkata:
Tatayur menjadi syirik besar jika seorang yang bertatayur meyakini perkara yang dia jadikan sarana tatayur bisa berbuat dan melakukan kejelekan dengan sendirinya.jika dia hanya yakini sebagai sebab saja maka hukumnya adalah syirik kecil.

Iman tentang adanya sorga dan neraka

Iman tentang adanya sorga dan neraka adalah satu prinsip dalam akidah ahlus sunnah waljama’ah.
Imam Ahmad berkata:
Sorga dan neraka adalah dua makhluk Allah yang telah diciptakan, sebagaimana datang dari Rasulullah:
Aku masuk ke sorga akupun melihat istana disana, Aku juga melihat alkautsar
dan Aku lihat ke sorga, akupun bisa melihat bahwa kebanyakan penduduk sorga adalah ini, dan aku lihat neraka dan aka lihat kebanyakan penghuninya adalah ini (yakni wanita-pent.).
Barangsiapa yang menyangka (berpendapat) keduanya belum ada saat ini berarti dia telah mendustakan Al Quran dan aku kira orang tersebut tidaklah mengimani adanya sorga dan neraka. (Lihat Ushulus sunnah)
Imam Thahawi berkata:
Sorga dan neraka adalah dua makhluk yang telah diciptakan, tidak akan punah dan tidak hancur.(Aqidah thahawiyah)
Ibnu Abil Izzi berkata:
Ahlusuunnah telah sepakat bahwa sorga dan neraka adalah dua makhluk yang telah ada sekarang (Syarah Thahawiyah)

Akibat buruk pertemanan

Akibat Buruk teman yang jelek
Akibat buruk salah memilih teman sangatlah banyak, diantara yang mungkin bisa kita sebutkan:
Merusak aqidah dan manhaj, sebagaimana terjadi pada Imran bin khithan
Imam Adz dzahabi menukil ucapan Muhamad bin Sirin:
Imran menikahi seorang wanita khawarij, dia berkata: Aku akan mengembalikannya (kepada jalan ahlussunnah-pen), ternyata yang terjadi justru wanita khawarij ini yang memalingkan Imran kepada madzhab khawarij.(Siyar a’lamunnubala).
Berteman dengan orang jelek sebab su’ul khatimah; mendapatkan akhir hidup yang jelek. Lihatlah kisah Abu Thalib
Syaikh shalih alfauzan berkata:
Dalam hadits ada peringatan bahaya teman yang jelek, karena yang menyebabkan Abu Thalib mati dalam keadaan kafir adalah masukan dua orang yang menghasutnya (yakni Abu Jahal dan Abdullah bin Abi umayah, yang ketika itu Abdullah bin abi umyah masih musyrik-pen).(I’anatul mustafid syarah kitab tauhid).
Berteman dengan orang-orang jelek, akan menyebabkan kelalaian dari dzikir kepada Allah dan mengikuti hawa nafsu.
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاه
“Dan janganlah engkau taat kepada orang yang kami lalaikan kalbunya dari mengingat kami dan mengikuti hawa nafsunya..”
Akan mendatangkan penyesalan dihari kiamat, sebagaimana dalam ayat-ayat diatas
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29)
“Pada hari dimana seorang yang dhalim mengigit kedua tangannya dan berkata:” Aduhai seandainya aku mengambil jalan bersama rasul. Aduhai celakalah aku, kalaulau seandainya dulu aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman. Dia telah menyesatkanku dari kebenaran setelah datang kepadaku, dan syaithan memang senantiasa hendak menghinakan manusia”(QS Al Furqan:27-29).
Akan dikumpulkan bersama orang jelek dihari kiamat, karena seorang akan bersama di cintainya dihari kiamat
Rasulullah bersabda:
“Seorang akan bersama orang yang dicintainya di hari kiamat nanti” (HR Bukhari )
Membantu berbuat maksiat dan meninggalkan amalan takwa dan ketaatan
Terhalang dan tidak bersemangat beramal shaleh
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ (36) وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُون
Barang siapa yang berpaling dari mengingat Ar Rahman, maka kami biarkan syaithan menyesatkannya dan menjadi temannya. Dan sungguh para syetan tersebut menghalangi dari jalan, dalam keadaan mengira mereka dia tas petunjuk”(QS Ad Dzuhuruf:36-37)
Akan mendatangkan sikap menganggap remeh perbuatan maksiat
Menyebabkan Kesempitan dikehidupan dunia
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Barangsiapa yang berpaling dari mengingat Allah, maka dia akan merasakan kehidupan yang sempit, dan kamikan mengumpulkannya di hari kiamat nanti dalam keadaan buta” (QA Thaha: 124)
Menjadi sebab disebut-sebut dengan kejelekan
Berteman dengan orang jelek adalah jalan menuju neraka
Syaikh Abdurahman Assi’di berkata:
“oleh karena itu diantara nikmat Allah yang agung adalah diberi taufik mendapatkan teman yang baik, dan diantara hukuman bagi seorang hamba adalah dengan di beri musibah memiliki teman yang jelek. Berteman dengan teman yang baik akan menghantarkan ke sorga dan teman jelek akan menghnatarkan ke tempat terendah (yakni neraka). (Mujtana fawaid dakwiyah watarbawiyah)