September 26, 2021

ALMUBARAK

MEDIA BERBAGI FAEDAH

Syarah Arba’in (31)

2 min read

HADITS KETIGA PULUH SATU

عَنْ أَبِيْ الْعَبَّاسِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَارَسُوْلَ اللهِ، دُلَّنِيْ عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِي اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ: إِزْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ وَازْهَدْ فِيْمَاعِنْدَ النَّاس يُحِبُّكَ النَّاسُ. حديث حسن رواه إبن هاجه وغيره بأسانيد حسنة.
Dari Abul Abbas Shl bin Sa’ad As Sai’di Radiyallahu Ta’ala’anhu: Seseorang datang kepada Rasulullah berkata: “Tunjukkanlah kepadaku satu amalan jika aku mengamalkannya aku akan dicintai Allah dan manusia, Rasulullah menjawab: “Zuhudlah di dunia niscaya engkau dicintai Allah, dan zuhudlah pada apa yang dimiliki manusia, niscaya akan dicintai manusia” (Hadits Hasan, Riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad-sanad yang hasan).

Syarah:
Ketahuilah Rasulullah talah menganjutrkan untuk sederhana dan zuhud di dunia, beliau berkata:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang numpang lewat”
Dan bersabda:
“Cinta dunia adalah pokok semua kesalahan”
Dalam hadits lain:
“Orang yang zuhud di dunia hatinya akan tenang. Orang yang mengharapkan dunia akan susah di dunia dan di akhirat”.

Ketahuilah manusia di dunia ini adalah tamu dan apa yang ada di tangannya hanyalah pinjaman, dan barang pinjaman itu akan dikembalikan.
Dunia adalah harta yang dimakan oleh orang baik dan orang fajir, dibenci oleh wali Allah dan dicintai oleh ahli dunia. Maka barangsiapa yang bergabung dengan ahli dunia dalam perkara yang mereka cintai niscaya mereka akan membencinya.
Rasulullah telah membimbing untuk meninggalkan dunia dan zuhud padanya, serta menjanjikan kecintaan Allah dan ridha-Nya bagi orang yang melakukannya, sesungguhnya kecintaaan Allah kepada makhluk-Nya adalah keridhaan-Nya. Rasulullah juga membimbing manusia untuk zuhud dalam perkara yang dimiliki manusia bila menginginkan kecintaan manusia dan juga meninggalkan sifat cinta dunia. Karena tidak ada yang di tangan manusia yang dijadikan sebab saling benci dan berlomba selain dunia.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمُّهُ جَمَعَ اللهُ شمْلَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمُّهُ شَتَّتَ اللهُ شمْلَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قَدَّرَ لَهُ.
“Barangsiapa yang akhirat sebagai tujuannya maka Allah akan mengumpulkan seluruh isi dunia baginya menjadikan dirinya merasa cukup, dunia datang kepadanya padahal dia benci. Dan barangsiapa dunia sebagai tujuannya Allah akan mencerai beraikan seluruh isi dunia darinya, dan menjadikan kafaqiran dihadapan matanya tidak datang dunia kepadanya kecuali yang ditaqdirkan oleh Allah.

Orang bahagia lebih memilih sesuatu yang kekal dan terus menerus menikmatinya daripada memilih bencana yang tidak akan berhenti adzabnya.
(Diterjemah oleh Abdurahman Mubarak bin Ata)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.