Januari 21, 2021

ALMUBARAK

MEDIA BERBAGI FAEDAH

Syarah Arba’in (41)

2 min read

HADITS KEEMPAT PULUH SATU

عَنْ أَبِيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ. حديث صحيح رويناه في كتاب الحجة بإسناد صحيح.

Dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Ash Radhiallahu ‘anhuma: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah sempurna iman salah seorang kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang dibawa olehku” (Hadits Hasan Shahih, diriwayatkan dalam kitabul hujjah dengan sanad yang shahih) .

Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta’ala:
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ حَتَّى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوْا فِيْ أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“… Demi Rabbmu sekali-kali tidaklah mereka beriman hingga menjadikan kamu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan dan tidak ada ganjalan di hati mereka terhadap apa yang engkau putusklan dan mereka berserah diri” (An Nisa: 65).

Sebab turunnya ayat ini adalah Zubair Radiyallahu’anhu berselisih dengan seorang anshar dalam masalah air, keduanya kemudian berhakim kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Ambillah wahai Zubair dan alirkanlah air tersebut kepada tetanggamu” beliau menganjurkan Zubair untuk toleran dan memberikan kemudahan kepada temannya. Orang anshar tersebut berkata: ”Itu karena Zubair adalah anak pamanmu?”, raut muka Rasulullah pun berubah dan beliau berkata: “Ya Zubair tahanlah air hingga sampai tembok, kemudian alirkanlah” hal ini dikarenakan Rasulullah mengisyaratkan kepada Zubair sesuatu yang mengandung maslahat bagi orang anshar tersebut, ketika orang anshar membuatnya marah akhirnya iapun memberikan kepada Zubair seluruh yang wajib baginya, kemudian turunlah ayat ini.
Telah shahih bahwa Rasulullah bersabda:
وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Demi dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya tidaklah sempurna iman salah seorang kalian hingga aku lebih ia cintai dibandingkan orang tua anaknya dan manusia seluruhnya”.

Abu zinad berkata: “Ini adalah termasuk jawami’ul kalim Rasulullah, karena lafadz yang pendek ini mengandung makna yang banyak sekali, karena mahabbah itu terbagi menjadi tiga: Pertama: Mahabbah kemuliaan dan pengagungan seperti mahabbah kepada orang tua, Kedua: Mahabbah kasih sayang dan rahmat seperti mahabbah kepada anak, Ketiga: Mahabbah istihsan dan bercocokan yakni seperti mahabbahnya manusia, terbatasilah golongan mahabbah.
Ibnu Batthal berkata: “Makna hadits – wallahu a’lam – Barangsiapa yang telah sempurna keimanannya dia akan tahu bahwa haq Rasulullah dan keutamaannya lebih wajib atasnya dari pada haq bapa dan anaknya serta haq seluruh manusia. Karena dengan sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Allah menyelamatkan dia dari neraka dan membimbingnya dari kesesatan. Yang dimaksud oleh hadits adalah mencurahkan seluruh kemampuan diri untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Para Shahabat Radiyallahu’anhum memerangi bapak-bapak, anak-anak dan saudara mereka bersama Rasulullah. Abu Ubaidah membunuh bapaknya karena bapaknya menyakiti Rasulullah, Abu Bakar mau membunuh anaknya yang bernama Abdurrahman ketika perang Badar, beliau hampir dapat membunuhnya.
Maka barangsiapa yang sudah mendapatkan dirinya seperti ini telah benar bahwa hawa nafsunya telah mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.
(Diterjemah oleh Abdurahman Mubarak Ata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.