Tathoyur

Makna tathayur
Syaikh Muhamad bin Shalih Utsaimin berkata: Tatayur adalah beranggapan sial dengan sesuatu yang terlihat, terdengar atau sesuatu yang maklum.
Yang terlihat seperti terbangnya burung
Yang terdengar seperti suara burung dan sejenisnya
Yang maklum yakni sesuatu yang tidak terdengar dan tidak terlihat, seperti beranggapan sial dengan hari tertentu, dengan bulan tertentu dan lainnya.
Seorang yang bertathayur telah menyelesihi perkara tauhid dari dua sisi:
Dia memutuskan hawa nafsu tawakalnya kepada Allah.dan bersandaar kepada guru-guru mereka yang bertaubat
Bergantung, yakni menggantungkan hati kepada sesuatu yang haram.
(diringkas dari Al qaulul mufid syarah kitab attauhid)
Syaikh Abdurahman bin Hasan berkata: “…tiyarah (tathayur) adalah syirik karena padanya menggantungkan hati kepada selain Allah”(fathulmajid)

Dalil haramnya tathayur
Banyak dalil yang menunjukkan haramnya tatayur. bahkan tatayur adalah satu macam kesyirikan.
Rasulullah berkata:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ، ثَلاَثًا
“Tiyarah adalah syirik, tiyarah adalah syirik…(beliau ucapkan tiga kali)”(HR abu Daud:3910.dishahihkan syaikh Albani)
Beliau juga bersabda:
لاََ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَلاَ هَامَةَ ، وَلاَ صَفَرَ.
“Tidak ada penyakit menular, tidak ada tiyarah, hamah, dan tidak ada pula shafar”(HR Bukhari:5757)
Makna hadits:
Syaikh Abdurahman bin Hasan berkata: hadits ini jelas menunjukkan haramnya tiyarah, dan tiyarah adalah syirik karena padanya menggantungkan hati kepada selain Allah.
Syaikh Ibnu Utsaimin juga berkata:
Tatayur menjadi syirik besar jika seorang yang bertatayur meyakini perkara yang dia jadikan sarana tatayur bisa berbuat dan melakukan kejelekan dengan sendirinya.jika dia hanya yakini sebagai sebab saja maka hukumnya adalah syirik kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *